BAB 1
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
Manajemen adalah sebuh proses yang dilakukan untuk
mewujudkan tujuan organisasi mlalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan,
pengorgnisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya
organisasi lainnya (Nickels, Mc Hugh and McHugh) 1997.
Dengan demikian ketika sebuah perusahaan mulai berdiri maka
perlu adanya manajemen untuk mewujudkan tujuan perusahaan tersebut dengan
melalui proses perencanaan, pengorganisasian,pengarahan, dan pengendalian dalam
kegiatan suatu perusahaan.
- Tujuan perusahaan
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengkoordanisasian
- Pengendalian
B.
TUJUAN PERUSAHAAN
Tujuan perusahaan pada umumnya ialah untuk memuaskan
kebutuhan dari konsumen dengan nilai-nilai tertentu. Tujuan perusahaan dapat digolongkan
sebagai berikut :
Tujuan Pelayanan Primer
Tujuan
primer adalah pembuatan barang/jasa yang dijual untuk memenuhi kebutuhan
konsumen.
Tujuan
Organisatoris adalah nilai-nilai yang harus disumbangkan oleh masing-masing
atau kelompok individu yang berada pada bagian yang bersangkutan. Tujuan
Operasional adalah nilai-nilai yang disumbangkan oleh masing-masing tahap dalam
suatu unit prosedur kerja secara keseluruhan.
Tujuan Pelayanan Kolateral
Tujuan
Kolateral Pribadi adalah nilai-nilai yang ingin dicapai oleh individu atau
kelompok individu dalam perusahaan. Tujuan Kolateral Sosial ialah nilai-nilai
ekonomi yang lebih luas/umum yang diperlukan bagi kesejahteraan masyarakat dan
yang dapat secara langsung dihasilkan dari kegiatan perusahaan.
Tujuan
Kolateral Sosial bersifat lebih luas untuk kepentingan masyarakat, misalkan :
membayar pajak.
Tujuan Pelayanan Sekunder
Merupakan nilai-nilai yang diperlukan
oleh perusahaan untuk mencapai tujuan primer.
Tetapi secara umum, tujuan perusahaan
dapat berupa :
a. mencapai keuntungan maksimal
b. mempertahankan kelangsungan hidup
c. mengejar pertumbuhan
d. menampung tenaga kerja
Faktor-faktor
produksi “5M” (Men, Materials, Machines, Methods, Money).
Manajemen
adalah :
“Suatu proses yang khas, yang terdiri atas kegiatan-kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengendalian
yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain.”
Manajemen juga menggunakan metode ilmiah yang meliputi
urutan kegiatan sebagai berikut :
1. mengetahui adanya persoalan
2. mendefinisikan persoalan
3. mengumpulkan fakta, data dan
informasi
4. menyusun alternatif penyelesaian
5. mengambil keputusan dengan
memilih salah satu alternatif penyelesaian
6. melaksanakan keputusan serta
tindak lanjut
Konsepsi-konsepsi nilai dalam manajemen meliputi keyakinan-keyakinan sebagai berikut :
pemberian kepuasan pada konsumen
tujuan primer perusahaan harus
diprioritaskan terlebih dahulu daripada kepentingan pribadi pemilik, manajer
dan karyawan
pentingnya digunakan metode ilmiah
sebagai dasar untuk penyelesaian masalah perusahaan
perlunya pengkajian terhadap
prinsip-prinsip kepemimpinan eksekutif
standar etika
yang baik merupakan dasar hubungan usaha
adanya hak
pekerja untuk mengadakan perjanjian kerja sama kolektif
pentingnya
memelihara inisiatif perseorangan dan kebebasan bertindak
kewajiban
pemilik dan manajer untuk mengembangkan teknologi serta kemajuan perusahaan
B. PERENCANAAN
Fungsi ini merupakan langkah awal daripada fungsi
manajemen yang lain. Dengan perencanaan ini semua kegiatan akan mempunyai
suatu pedoman pelaksanaan kerja.
Perencanaan
mempunyai bentuk-bentuk :
a. Sasaran
Dalam
kurun waktu tertentu perusahaan tentu mempunyai suatu sasaran atau tujuan yang
hendak dicapai.
b. Kebijakan
Hal ini merupakan petunjuk umum bagi perusahaan.
Kebijakan seorang perancang pakaian adalah, hanya membuat atau merancang
pakaian berselera tinggi dengan bahan yang pilihan.
c. Strategi
Strategi
merupakan program yang luas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
perusahaan dalam melaksanakan misinya. Strategi akan menetapkan arah yang
terjadi dari berbagai tujuan dan membimbing penggunaan sumber daya yang
diperlukan.
d. Prosedur
Merupakan rangkaian tindakan yang akan
dijalankan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan perusahaan.
e. Aturan
Yaitu
merupakan bagian dari Prosedur dan merupakan tindakan yang spesifik. Beberapa
aturan yang sejenis dapat dikelompokkan menjadu suatu prosedur.
f. Program
Merupakan
kombinasi antara kebijakan, prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai
dengan anggaran atau budget.
Perencanaan
disini dapat meliputi :
Menentukan jenis dan jumlah produk
yang akan dibuat agar tepat dalam hal kualitas, manfaat dan kuantitasnya agar
dapat dicapai keuntungan maksimal.
Menetapkan jumlah dana yang
diperlukan untuk modal kerja maupun modal tetap.
Menentukan jumlah pekerja yang
akan ditarik dan dipekerjakan dalam perusahaan.
Perencanaan
Strategis
Sifat-sifat
Perencanaan Strategis :
(1) Menyangkut kurun waktu yang
panjang.
(2)
Menyangkut persoalan dasar organisasi.
(3) Memberikan kerangka dasar dalam
pengambilan keputusan manajerial sehari-hari.
(4)
Sebagai alat pemersatu dalam pengambilan keputusan.
(5)
Pada umumnya perencanaan strategis merupakan kegiatan manajemen puncak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Perencanaan Strategis :
(a)
Peningkatan perubahan teknologi.
(b)
Semakin rumitnya tugas manajerial.
(c)
Lingkungan luar perusahaan yang semakin kompleks.
(d)
Semakin panjangnya jangka waktu antara keputusan yang dibuat dengan dampaknya
dimasa yang akan datang.
Langkah-langkah penyusunan Perencanaan
Strategis :
Menentukan sasaran organisasi
Mengadakan pemahaman terhadap sasaran dan strategi yang telah ada
Melakukan analisis sumber daya
Mengadakan analisis lingkungan
Mengenali kesempatan dan ancaman strategis
Menentukan sejauh mana strategi yang sudah ada perlu diubah
Melakukan pengambilan keputusan strategis
Pelaksanaan rencana strategis
Evaluasi penerapan rencana strategis
Hambatan-hambatan
dalam Perencanaan
a. Hambatan dari pihak manajer
Takut menghadapi resiko/kegagalan
Kurang adanya pengetahuan tentang
organisasi
Kurang memahami tentang lingkungan
Kurang percaya bahwa organisasinya
mampu mencapai sasaran
b. Hambatan dari pihak pelaksana
Manajemen
Dengan Sasaran (Management By Objectives)
Didalam sistem MBO terdapat
unsur-unsur :
a. Keterikatan pada program
b. Penetapan sasaran tingkat puncak
c. Sasaran-sasaran individu
d. Peran serta dari karyawan dan
manajer
e. Pengkajian kembali hasil
pelaksanaan
Kebaikan-kebaikan
MBO
Memberi kesempatan kepada individu
untuk menyesuaikan tujuan-tujuan pribadinya dengan tujuan organisasinya
Sasaran organisasi akan dapat
dicapai dalam waktu yang tepat karena manajer dapat membuat perencanaan dengan
bantuan MBO
Dapat meningkatkan komunikasi
antara manajer dan karyawan
Membuat proses manajemen berjalan
wajar dengan memusatkan pada pencapaian sasaran
Kelemahan-kelemahan
MBO
Diperlukan kecakapan hubungan
antar pribadi
Sering
terjadi konflik antara kreativitas dan pencapaian sasaran yang ditetapkan
Sasaran yang
penuh tantangan dan realistik seringkali sulit dirumuskan
Diperlukan
adaptasi dan perubahan-perubahan yang mendapat dukungan dari manajer
Seringkali
terdapat pendekatan yang otoriter dan terpusat dalam pengambilan keputusan
C. PENGORGANISASIAN
Fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses
penciptaan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik
agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada satu
tujuan.
Hubungan informal menyangkut hubungan manusiawi, diluar
dinas atau bersifat tidak resmi. Hubungan formal merupakan bentuk hubungan yang
disengaja, secara resmi (kedinasan).
Ada 3 (tiga) hubungan dasar dalam hubungan formal :
Tanggung jawab
Wewenang
Pertanggung jawaban
Organisasi
Dalam organisasi terdapat 3 (tiga) faktor :
1. adanya sekelompok orang
2. adanya
hubungan dan pembagian kerja diantara orang-orang itu
3. adanya tujuan yang ingin dicapai
Tujuan
mengorganisasi
Salah satu
tujuan utama mengorganisasi untuk mempermudah dalam melaksanakan tugas; membagi
suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil.
D.
PENGARAHAN
Arti dari
pengarahan sendiri, tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota organisasi
melakukan kegiatan yang sudah ditentukan kearah tercapainya tujuan.
Sifat
Individu dalam Organisasi
Beberapa
faktor yang perlu diperhatikan dalam kebutuhan para pekerja :
(1) Kebiasaan serta emosi penting
sekali untuk menerangkan kelakukan manusia dan akal bersifat sekunder
(2) Manusia
menginginkan pujian untuk pekerjaan yang dilaksanakan apabila mereka pantas
memperolehnya
(3) Para
pekerja ingin mendapat pengawas yang terpercaya dan dapat menimbulkan rasa
hormat mereka
(4) Para
pekerja ingin memanfaatkan kemampuan mereka yang maksimal dan menikmati
kepuasan atas hasil kerja mereka itu
(5) Perlu
dihindarkan adanya perubahan-perubahan kerja yang mendadak
Motivasi ialah proses pemberian motif (penggerak) kepada
karyawan untuk dapat bekerja sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi secara
efisien dapat tercapai.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi motivasi :
Kebutuhan pribadi
Tujuan dan persepsi individu atau
kelompok
Cara untuk
mewujudkan kebutuhan, tujuan dan persepsi
Terdapat 2
(dua) jenis motivasi :
(1) Motivasi Positif
Yaitu merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan
cara memberikan penambahan tingkat kepuasan tertentu.
(2) Motivasi Negatif
Merupakan
proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti atau mendorong
seseorang untuk melakukan sesuatu secara terpaksa.
Beberapa
Teori Motivasi
a. Teori
Motivasi Klasik (Frederick W. Taylor)
Teori motivasi klasik bahwa, seseorang
akan bersedia bekerja dengan baik, apabila orang tersebut berkeyakinan akan
memperoleh imbalan yang ada kaitannya langsung dengan kerjanya.
b. Teori
Motivasi Kebutuhan (Abraham H. Maslow)
Menurut Maslow ada 5 (lima) jenjang
kebutuhan individu :
(1) Kebutuhan Fisik (Physiological
needs)
Merupakan
kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dan dipuaskan paling awal.
(2) Kebutuhan
akan Keamanan/Keselamatan (Safety/security needs)
Kebutuhan jenjang berikut ini memberi
rasa aman dan selamat bagi individu.
(3) Kebutuhan untuk berkelompok (Affection
needs/Love needs/Social needs/Belonging needs)
Kebutuhan
ini memang sudah merupakan kodrat manusia, yaitu bahwa manusia itu adalah
makhluk sosial. Oleh karena itu setiap individu membutuhkan waktu untuk bisa
berkumpul, bergaul, membina persahabatan, saling memperhatikan/mencintai.
(4) Kebutuhan akan Harga
Diri/Penghormatan (Esteem needs/Egoistic needs)
Kebutuhan
ini lebih bersifat individual atau mencirikan pribadi, ingin dirinya dihargai
atau dihormati sesuai dengan kedudukannya.
(5) Kebutuhan akan Pengakuan Diri
dan Pengembangan Diri (Self actualization needs/Self realization needs/Self
fulfilment needs/Self expression needs)
Kebutuhan
akan pengakuan diri dan pengembangan diri adalah keinginan setiap individu
untuk diakui bahwa dirinya mempunyai kemampuan (khususnya didalam bekerja) dan
ia harus puas apabila keinginan untuk mengembangkan diri terpenuhi sesuai
dengan potensinya.
c. Teori X dan Teori Y (Douglas Mc. Gregor)
Dalam hubungannya dengan motivasi
kerja, menurut Douglas Mc. Gregor
ada 2 (dua) perangkat asumsi yaitu Teori X dan Teori Y.
Teori X adalah asumsi yang
didasari oleh pandangan tradisional bahwa manusia (Human Being) bersedia/mau
bekerja apabila sesuatu harus dikerjakan untuk kehidupannya.
Teori Y adalah asumsi yang
didasari oleh sifat manusia suka bekerja, bahkan dengan bekerja manusia akan
menemukan kepuasan. Pekerjaan merupakan sumber kepuasan.
Terdapat dua teknik pemberian motivasi :
Motivasi Tidak Langsung
Berupa
usaha manajemen untuk menciptakan suasana kerja secara umum yang dapat
mendorong karyawan berprestasi secara maksimal.
Motivasi Langsung
Disini
motivasi langsung diwujudkan dalam bentuk insentif yang diberikan atas balas
jasa yang pokok atau yang berlaku bagi seluruh karyawan.
(a) Insentif Material dapat berupa :
Bonus
Komisi
Profit Sharing
Jaminan Sosial
Kesejahteraan
(b) Insentif Non Material
Kepemimpinan
Terdapat 7 (tujuh) dasar Kekuasaan (Power)
(1) Kekuasaan Legitimasi (Legitimate
Power)
(2) Kekuasaan Keahlian (Expert
Power)
(3) Kekuasaan Referensi (Referent
Power)
(4) Kekuasaan Penghargaan (Reward
Power)
(5) Kekuasaan Paksaan (Coercive
Power)
(6) Kekuasaan Informasi (Information
Power)
(7) Kekuasaan Gabungan (Connection
Power)
Teori-teori
Kepemimpinan
a. Teori Sifat (Trait Theory)
Teori ini sering disebut teori “The
Great Man”. Keith Davis merumuskan 4 (empat) sifat umum yang mempunyai pengaruh
terhadap kesuksesan Kepemimpinan didalam organisasi :
Kecerdasan
Kedewasaan
dan hubungan sosial yang luas
Motivasi diri dan dorongan
berprestasi
Sikap hubungan manusiawi
b. Teori Kelompok
c. Teori Situasional dan Model
Kontijensi
d. Teori Jalan Kecil – Tujuan (Path
– Goal Theory)
Martin
Evans dan Robert House memasukkan empat tipe atau gaya kepemimpinan :
(1) Kepemimpinan Direktif (Directive
Leadership)
(2) Kepemimpinan Suportif (Supportive
Leadership)
(3) Kepemimpinan Partisipatif (Participative
Leadership)
(4) Kepemimpinan yang berorientasi
pada prestasi (Achievement Oriented Leadership)
Berhasil
atau tidaknya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya,
ditentukan oleh keahliannya dalam menggerakkan orang lain untuk bekerja dengan
baik yaitu yang disebut ketrampilan manajerial (Managerial Skills) daripada
ketrampilan teknis (Technical Skills) yang dimilikinya.
Bahwa
seorang pemimpin yang baik, seseorang yang tidak melaksanakan sendiri kegiatan
atau tindakan yang bersifat operasional, tetapi mengambil keputusan, menentukan
kebijakan dan menggerakkan orang lain untuk melaksanakan keputusan yang telah
diambil sesuai dengan kebijaksanaan yang telah digariskan itu.
Tugas
setiap manajemen adalah meliputi baik tugas teknis maupun tugas manajerial.
Untuk memimpin,
seorang manajer memerlukan kualifikasi tertentu :
a. Kecerdasan
b. Kemampuan Memimpin
c. Kemampuan Berkomunikasi
d. Berpikir Logis
e. Mengenal Kultur
f. Ketahanan Moral
g. Bersikap Adil
h. Inisiatif
E.
PENGKOORDINASIAN
Suatu organisasi disusun untuk mencapai satu tujuan
bersama. Oleh karena itu berbagai macam pendapat itu perlu dipadukan supaya
harmonis dalam suatu tindakan koordinasi yang akan menuju ke suatu tujuan
organisasi.
Koordinasi
Adalah suatu proses pengintegrasian tujuan dan aktivitas
unit-unit yang terpisah (departemen/bidang fungsional) dalam suatu perusahaan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi dalam pengkoordinasian diupayakan adanya keselarasan
aktivitas-aktivitas pada satuan organisasi atau keselarasan diantara pejabatnya.
Dengan adanya fungsi koordinasi maka akan diperoleh
manfaat :
(1) terjadi efisiensi di semua
bidang karena terjadi koordinasi antar bagian
(2) adanya suasana kerja yang
tenteram karena terjadi keseimbangan tugas dan hak setiap anggota organisasi
(3) terdapat kesatuan tujuan dari
masing-masing individu dalam organisasi
(4)
menghindarkan adanya konflik dan perebutan sumber/fasilitas dalam organisasi
(5) menjamin
adanya kesatuan sikap, tindakan, kebijakan dan pelaksanaan dalam pekerjaan.
(6)
F. PENGENDALIAN
Fungsi terakhir dari manajemen yang harus dilaksanakan
oleh manajer adalah fungsi Pengendalian. Pengendalian berkaitan erat dengan
perencanaan.
Langkah-langkah dalam proses pengendalian :
(1) Menetapkan
standar dan metode untuk mengukur prestasi.
(2) Mengukur prestasi kerja.
(3) Menentukan
apakah prestasi kerja memenuhi standar.
(4) Mengambil tindakan korektif.
Luasnya
Pengendalian
Pengendalian dapat dilakukan pada bidang :
(a) Produksi
(b) Pemasaran
(c) Keuangan
(d) Personalia
Karakteristik
Sistem Pengendalian yang Efektif
(1) Akurat
(2) Tepat waktu
(3) Obyektif dan Komprehensif
(4) Dipusatkan pada titik
pengendalian strategis
(5) Ekonomis
(6) Fleksibel
BAB III
PENUTUP
- KESIMPULAN
Setelah dilihat dari pembahasan maka bisa disimpulkan bahwa
sebuah perusahaan memerlukan manajemen untuk mencapai sasaran atau tujuan dari
perusahaan tersebut melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya yang
lain dengan kegiatan-kegiatan meliputi suatu proses perencanan,
pengorganisasian, pengarahan, pengkoordanisasian, dan pengendalian dalam suatu
perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar